Ubah Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair Yang Bermanfaat

Ubah Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair Yang Bermanfaat

Pelalangan 30/7. Salah satu program kerja Pilar Lingkungan Hidup mahasiswa KKN UMD 20 Desa Pelalangan adalah mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat. Program kerja ini tersusun berdasarkan hasil observasi desa yang dilaksanakan oleh tim pada minggu pertama penerjunan KKN yaitu diketahui keluhan warga Desa Pelalangan tentang banyaknya kotoran sapi yang tercecer di pinggir jalan ataupun di simpan hingga menumpuk yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat, tercium bau tidak sedap dan munculnya penyakit kulit yang dialami oleh beberapa warga sehingga Mahasiswa KKN mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Organik Berbahan Dasar Kotoran Sapi.

Dalam kegiatan tersebut KKN Kelompok UMD 20 mengundang 16 ketua kelompok tani, ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), ketua RT dan RW dan perangkat desa pada hari Minggu, 30 Juli 2017 di Balai Desa Pelalangan sekitar pukul 15.00 sampai 16.00 WIB dengan diawali dengan Sosialisasi Manfaat dan Cara Pembuatan Pupuk Cair Organik (POC), kemudian ditutup dengan Praktik Pembuatan POC sehingga warga dapat memahami benar cara pembuatan pupuk cair organik berbahan dasar kotoran sapi ini. Pemateri utama pada acara ini adalah Alifatul Laela salah satu Mahasiswa KKN UMD 20 dari Fakultas Pertanian Universitas Jember. “Saya berharap setelah diadakannya sosialisasi ini masyarakat desa pelalangan mampu secara mandiri mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, sehingga istilahnya bertanggung jawab atas perbuatannya yang membuang kotoran sapi sembarangan kemudian diubah menjadi pupuk yang bermanfaat sehingga tidak ada lagi permasalahan yang disebabkan oleh limbah ini. Selain itu juga diharapkan mengurangi pemakaian pupuk kimia karena kalau bergantung pada penggunaan pupuk kimia maka imbasnya adalah hama semakin kebal dan juga berdampak kurang bagus terhadap tanaman. Syukur-syukur limbah ini bisa dijadikan sumber perekonomian baru bagi masyarakat desa pelalangan.” Ujar Alif, panggilan akrab Alifatul Laela. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)

Adakan Sosialisasi PPID, Mahasiswa KKN Undang Kepala Desa Se-Kecamatan Wonosari

Adakan Sosialisasi PPID, Mahasiswa KKN Undang Kepala Desa Se-Kecamatan Wonosari

Wonosari 26/7. Mahasiswa kuliah kerja nyata se-Kecamatan Wonosari yang tergabung dalam panitia kecil yang diketuai oleh Sapere Aude Menulung mengadakan sosialisasi pembentukan Pusat Pelayanan Informasi desa atau yang disingkat PPID. Acara tersebut berlangsung pada hari Rabu, 26 Juli 2017 di kantor Kecamatan Wonosari dan dihadiri oleh 12 kepala desa se-Kcamatan Wonosari atau yang mewakilinya serta Bapak Camat Wonosari, Tjagar Alam, S.sos yang juga turut hadir dalam acara tersebut. “Nah makannya sekarang kita membangun kesamaan visi dan persepsi kita tentang bagaimana mempersiapkan sistem pusat pelayanan informasi desa yang akan diwakili desa-desa” dalam sambutan yang diberikan oleh Bapak Tjagar Alam yang sekaligus membuka acara pada pagi hari itu.

Acara berlangsung mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini dipaparkan oleh Sapere Aude Menulung, mahasiswa KKN di desa pelalangan sebagai pemateri sosialisasi sekaligus menjadi ketua panitia dalam acara ini. Para tamu undangan yang terdiri dari 12 kepala desa juga didamping oleh mahasiswa KKN koordinator desa (Kordes) duduk bersama dalam forum ini sehingga suasana semakin hangat dan diharapkan bisa kooperatif dan bersinergi bersama-sama dalam mewujudkan program unggulan KKN UMD periode ini yaitu SAID (sistem administrasi dan informasi desa) yang muaranya adalah pembentukan PPID ini.

Setelah acara selesai, Sapere menutup Sosialisasi PPID dengan mengatakan bahwa “PPID ini nantinya akan menjadi organ dalam desa yang bertugas untuk menjembatani antara warga desa – Pemerintah Desa – Dunia. Pembentukan PPID ini menurut saya sangat inovatif, karena dengan adanya PPID dan SAID, maka akurasi data yang diterima Pemkab Bondowoso baik itu kependudukan, anggaran, ataupun informasi-informasi dalam desa meningkat. Dengan adanya PPID ini harapan kedepannya adalah sinkronisasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Pemerintah Desa dapat terjalin secara transparan dan akuntabel, sehingga desa dapat mandiri baik dalam hal manajemen desa ataupun publikasi potensi dan permasalahan desa.” Kemudian dari forum sosialisasi pembentukan PPID ini Camat Wonosari menghimbau kepada semua perwakilan desa yang hadir untuk segera melaksanakan musyawarah desa untuk membentuk PPID yang kemudian sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini maka akan diadakan pelatihan pengelolaan website bagi petugas PPID tiap desa, dan pelatihan Jurnalisme bagi warga secara serentak di semua desa se-Kecamatan Wonosari. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)

Bedah Potensi Desa Melalui Mahasiswa KKN

Bedah Potensi Desa Melalui Mahasiswa KKN

PELALANGAN 25/07. Mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember mulai melaksanakan Observasi Potensi Desa di Desa Pelalangan, setelah kehadiran mereka diterima oleh Pemerintah Kecamatan pada Selasa 11 Juli 2017. Observasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Jember bertujuan membantu masyarakat dan Pemerintah Desa Pelalangan untuk mencoba menggali potensi-potensi yang dimiliki. Observasi tersebut dilakukan di seluruh wilayah Desa Pelalangan yang terdiri dari empat dusun, yaitu dusun Kerajan, dusun Kauman, dusun Pelalangan Utara, dan dusun Pelalangan Selatan, pada minggu pertama penerjunan mahasiswa KKN di Desa Pelalangan.

Dari observasi yang dilakukan, Mahasiswa KKN menyebutkan bahwa mereka menemukan banyak potensi yang dimiliki Desa Pelalangan, selain dari bidang pertanian yang merupakan hasil utama dari masyarakat secara umum, ada banyak lagi potensi lainnya di bidang industri rumah tangga seperti kerupuk Ina, jamu tradisional Ibu Put, kue Ibu Eva, kripik sampoerna dan lain-lain. Dari penelusuran potensi desa tersebut ada yang cukup menarik perhatian, yaitu kerajinan anyaman bambu Bapak Khoris, dimana anyaman bambu Bapak Khoris ini memiliki suatu ciri khas dan berbeda dari anyaman lainnya yaitu Ramen.

Selain itu, dari observasi tersebut Mahasiswa KKN juga menyebutkan adanya permasalahan lingkungan yang ada di Desa Pelalangan yaitu karena mayoritas warga Desa Pelalangan yang memiliki hewan ternak sehingga menyebabkan banyaknya limbah atau kotoran ternak yang menggunung, hal ini juga disebabkan karena tidak tersedianya tempat pembuangan, jika tetap dibiarkan hal ini bisa menjadi permasalahan yang sangat serius karena dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat. Tidak hanya itu, permasalahan utama dari Desa Pelalangan ialah kurangnya air untuk pertanian sehingga banyak sawah warga yang memilih untuk tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air misalanya jagung, cabe, dan tebu. Sedangkan untuk tanaman padi hanya sekali masa panen dikarenakan masalah kurangnya air tersebut.

Sapere Aude Menulung selaku koordinator lapangan observasi mengatakan “Desa Pelalangan ini saya kira pada awalnya hanya memiliki hasil pertanian sebagai potensi desa, tetapi setelah melakukan observasi secara menyeluruh ternyata Desa Pelalangan ini sangat kaya akan potensi yang dapat dikembangkan. Sekarang saya kagum dan semangat untuk mengembangkan potensi desa ini, jadi harapan saya kami disini dapat bersinergi dengan warga Desa Pelalangan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Desa Pelalangan.” (Luna Ivanka D.E KKN Unej UMD20)

MAHASISWA KKN TEMATIK UNEJ ADAKAN MUSYAWARAH DESA

MAHASISWA KKN TEMATIK UNEJ ADAKAN MUSYAWARAH DESA

PELALANGAN 13/07. Mahasiswa KKN Tematik kelompok 20 UNEJ mengundang Kepala Desa Pelalangan beserta perangkat desanya untuk hadir di balai Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso dalam rangka melakukan musyawarah terkait program kerja KKN sebagai solusi dari permasalahan desa pelalangan yang ada. Pada hari Kamis, 13 Juli 2017 pukul 10.00 WIB saat perangkat desa berkumpul di pendopo balai desa setelah Pertemuan PKK dan sosialisasi penggunaan LPG dari Dinas Koperasi Jember selesai, mahasiswa KKN Tematik kelompok 20 yang di ketuai oleh Widodo Eko Pambudi ini langsung membentuk lingkaran dan duduk bersama dengan perangkat desa yang pada saat itu dipimpin oleh sekretaris desa, bapak Samsudin untuk melakukan musyawarah desa karena Kepala Desa harus menghadiri rapat di Kecamatan.

Musyawarah yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dengan perangkat desa mengenai potensi desa dan masalah yang dihadapi oleh desa saat ini serta beberapa solusi yang di ajukan atau disarankan oleh temen-temen KKN kepada perangkat desa sesuai dengan hasil survey yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di hari sebelumnya. Penerjunan dari Universitas Jember Ke masing-masing desa dilaksanakan pada hari selasa tanggal 11 Juli 2017.  Musyawarah desa dilaksanakan pada hari ketiga penerjunan setelah melaksanakan survey atau observasi ke masing-masing dusun dan koordinasi dengan bapak kepala desa (12/07).

“Sebelum kami musyawarah dengan pihak desa, kami telah melaksanakan survey ke 4 dusun yang ada di desa pelalangan yaitu dusun pelalangan utara, dusun pelalangan selatan, dusun kerajan, dan dusun kauman. Kami bersepuluh bekerja bersama-sama menjadi 4 tim untuk melakukan observasy ke masing-masing dusun untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang ada kemudian setelah itu kami melakukan rapat untuk membahas hasil observasi, menentukan potensi desa, dan mencari solusi permasalahan yang ditemukan sebelum di musyawarahkan dengan pihak desa ” Ujar widodo selaku koordinator kelompok 20. Musyawarah desa berlangsung tanpa kendala dengan diiringi oleh canda tawa sehingga suasana semakin hangat. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)