Bedah Potensi Desa Melalui Mahasiswa KKN

Bedah Potensi Desa Melalui Mahasiswa KKN

PELALANGAN 25/07. Mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember mulai melaksanakan Observasi Potensi Desa di Desa Pelalangan, setelah kehadiran mereka diterima oleh Pemerintah Kecamatan pada Selasa 11 Juli 2017. Observasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Jember bertujuan membantu masyarakat dan Pemerintah Desa Pelalangan untuk mencoba menggali potensi-potensi yang dimiliki. Observasi tersebut dilakukan di seluruh wilayah Desa Pelalangan yang terdiri dari empat dusun, yaitu dusun Kerajan, dusun Kauman, dusun Pelalangan Utara, dan dusun Pelalangan Selatan, pada minggu pertama penerjunan mahasiswa KKN di Desa Pelalangan.

Dari observasi yang dilakukan, Mahasiswa KKN menyebutkan bahwa mereka menemukan banyak potensi yang dimiliki Desa Pelalangan, selain dari bidang pertanian yang merupakan hasil utama dari masyarakat secara umum, ada banyak lagi potensi lainnya di bidang industri rumah tangga seperti kerupuk Ina, jamu tradisional Ibu Put, kue Ibu Eva, kripik sampoerna dan lain-lain. Dari penelusuran potensi desa tersebut ada yang cukup menarik perhatian, yaitu kerajinan anyaman bambu Bapak Khoris, dimana anyaman bambu Bapak Khoris ini memiliki suatu ciri khas dan berbeda dari anyaman lainnya yaitu Ramen.

Selain itu, dari observasi tersebut Mahasiswa KKN juga menyebutkan adanya permasalahan lingkungan yang ada di Desa Pelalangan yaitu karena mayoritas warga Desa Pelalangan yang memiliki hewan ternak sehingga menyebabkan banyaknya limbah atau kotoran ternak yang menggunung, hal ini juga disebabkan karena tidak tersedianya tempat pembuangan, jika tetap dibiarkan hal ini bisa menjadi permasalahan yang sangat serius karena dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat. Tidak hanya itu, permasalahan utama dari Desa Pelalangan ialah kurangnya air untuk pertanian sehingga banyak sawah warga yang memilih untuk tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air misalanya jagung, cabe, dan tebu. Sedangkan untuk tanaman padi hanya sekali masa panen dikarenakan masalah kurangnya air tersebut.

Sapere Aude Menulung selaku koordinator lapangan observasi mengatakan “Desa Pelalangan ini saya kira pada awalnya hanya memiliki hasil pertanian sebagai potensi desa, tetapi setelah melakukan observasi secara menyeluruh ternyata Desa Pelalangan ini sangat kaya akan potensi yang dapat dikembangkan. Sekarang saya kagum dan semangat untuk mengembangkan potensi desa ini, jadi harapan saya kami disini dapat bersinergi dengan warga Desa Pelalangan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Desa Pelalangan.” (Luna Ivanka D.E KKN Unej UMD20)

Tindak Lanjuti 1000 Prona. BPN Bondowoso dan Pemerintah Desa Pelalangan Sosialisasikan Program ke Masyarakat

Tindak Lanjuti 1000 Prona. BPN Bondowoso dan Pemerintah Desa Pelalangan Sosialisasikan Program ke Masyarakat

PELALANGAN 19/7. Sebagai tindak lanjut dari rencana diterapkannya proram Proyek Operasi Nasional Agraria atau disebut PRONA oleh BPN Bondowoso dengan Pemerintah Desa Pelalangan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat yang bertempat di pendopo kantor Desa Pelalangan Rabu 19/07. Kepala Desa Pelalangan Mufid memberikan sambutan terkait dengan proyek yang akan dilaksanakan, beliau menyampaikan dan menghimbau kepada masyarakat agar mendukung dan berpartisipasi terhadap program ini agar bisa dijangkau dan dimamfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena sekitar 1.500 bidang dari berbagai jenis bidang tanah baik tanah sawah, perkebunan, dan perumahan hanya sekitar 300 bidang tanah yang beridentitas atau bersertipikat. Untuk itu dimulai pada hari ini Kepala Desa menghimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan dan juga beliau meminta kepada masyarakat yang hadir mengikuti sosialisasi prona agar menyampaikan kepada saudara dan juga tetangganya di rumah agar juga mendaftarkan tanahnya yang masih belum bersertipikat ke Pantia program Prona yang ada di Kantor Desa.

Selanjutanya dari Pihak BPN Bondowoso yaitu Bapak Hairul selaku Koordinator Lapangan PRONA Kabupaten Bondowoso menyampaikan Tujuan dari pelaksanaan Program Proyek Agraria(PRONA) ini, adapun tujuannya ialah agar semua bidang tanah yang ada diseluruh indonesia memiliki identitas yang sah secara hukum. Karena dari tahun 1960 sampai pada saat ini bidang tanah yang beridentitas yang sah secara hukum hanya sekitar satu juta bidang. Dan program ini adalah sebagai bentuk strategi Pemerintah untuk menunjang masyarkat agar bisa mengikuti dan mendaftarkan tanah hak miliknya kepada BPN Bondowoso melalui Program ini. Bapak Hairul juga menambahkan bahwa program berlaku secara nasional, dan pada tahap pertama di wilayah Provinsi jawa timur mendapatkan Jatah Prona sebanyak 800.000 Bidang selanjutnya dibagi di beberapa wilayah Kabupaten di antaranya Kabupaten Bondowoso mendapatkan Jatah 9.000 Prona.

Pada Tahap Kedua ini Kabupaten Bondowoso dijatahi 10.000 Bidang oleh Provinsi Jawa Timur. Karena Provinsi Jawa Timur memperoleh 400.000 Bidang Prona. Dan berdasarkan pengajuan permohonan Program Prona dari Kepala Desa Pelalangan kepada BPN Bondowoso, maka BPN Bondowoso merekomendasikan program ini ke Desa Pelalangan sebanyak 1.000 Bidang. Dari hasil sosialisasi ini Bapak Hairul menghimbau kepada Masyarakat Desa Pelalangan untuk mendukung dan berpartisipasi terhadap program Prona ini agar seluruh bidang tanah yang ada di Desa Pelalangan ini memiliki identitas yang sah secara hukum dan bisa mengangkat derajat ekomoni masyarakat. (Fai)

MAHASISWA KKN TEMATIK UNEJ ADAKAN MUSYAWARAH DESA

MAHASISWA KKN TEMATIK UNEJ ADAKAN MUSYAWARAH DESA

PELALANGAN 13/07. Mahasiswa KKN Tematik kelompok 20 UNEJ mengundang Kepala Desa Pelalangan beserta perangkat desanya untuk hadir di balai Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso dalam rangka melakukan musyawarah terkait program kerja KKN sebagai solusi dari permasalahan desa pelalangan yang ada. Pada hari Kamis, 13 Juli 2017 pukul 10.00 WIB saat perangkat desa berkumpul di pendopo balai desa setelah Pertemuan PKK dan sosialisasi penggunaan LPG dari Dinas Koperasi Jember selesai, mahasiswa KKN Tematik kelompok 20 yang di ketuai oleh Widodo Eko Pambudi ini langsung membentuk lingkaran dan duduk bersama dengan perangkat desa yang pada saat itu dipimpin oleh sekretaris desa, bapak Samsudin untuk melakukan musyawarah desa karena Kepala Desa harus menghadiri rapat di Kecamatan.

Musyawarah yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dengan perangkat desa mengenai potensi desa dan masalah yang dihadapi oleh desa saat ini serta beberapa solusi yang di ajukan atau disarankan oleh temen-temen KKN kepada perangkat desa sesuai dengan hasil survey yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di hari sebelumnya. Penerjunan dari Universitas Jember Ke masing-masing desa dilaksanakan pada hari selasa tanggal 11 Juli 2017.  Musyawarah desa dilaksanakan pada hari ketiga penerjunan setelah melaksanakan survey atau observasi ke masing-masing dusun dan koordinasi dengan bapak kepala desa (12/07).

“Sebelum kami musyawarah dengan pihak desa, kami telah melaksanakan survey ke 4 dusun yang ada di desa pelalangan yaitu dusun pelalangan utara, dusun pelalangan selatan, dusun kerajan, dan dusun kauman. Kami bersepuluh bekerja bersama-sama menjadi 4 tim untuk melakukan observasy ke masing-masing dusun untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang ada kemudian setelah itu kami melakukan rapat untuk membahas hasil observasi, menentukan potensi desa, dan mencari solusi permasalahan yang ditemukan sebelum di musyawarahkan dengan pihak desa ” Ujar widodo selaku koordinator kelompok 20. Musyawarah desa berlangsung tanpa kendala dengan diiringi oleh canda tawa sehingga suasana semakin hangat. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)

 

Peguyuban Rutin Bentuk kekompakan Kepala Desa dan Operator Desa se- Kecamatan Wonosari.

Peguyuban Rutin Bentuk kekompakan Kepala Desa dan Operator Desa se- Kecamatan Wonosari.

PELALANGAN 13/07. Peguyuban rutin Kepala Desa dan Operator Desa se-Kecamatan Wonosari digelar kembali dalam rangka untuk berkoordinasi tentang capaian kegiatan pembangunan desa dan pengadministrasian APBDesa semester pertama ditahun anggaran 2017, dan pada hari ini peguyuban ini laksanakan di Desa Kapuran. Peguyuban ini dilaksanakan rutin setiap seminggu sekali dengan tujuan agar sesama Kepala Desa dan Operator Desa se Kecamatan Wonosari dapat  saling memberikan informasi tentang permasalahan atau kendala- kendala  yang ditemui ketika kegiatan sedang berlangsung baik kegiatan di bidang pelaksanaan pembangunan atau di bidang pengadministrasian APBDesa.

Bapak Samsuri selaku Kepala Desa Kapuran dan juga sebagai Koordinator Kepala Desa se- Kecamatan Wonosari menyampaikan beberapa informasi terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang harus dilaksanakan oleh Kepala Desa dan Operator Desa diantaranya ialah tentang percepatan pelaporan APBDesa Semester Pertama. Selain itu juga Bapak Samsuri juga meminta laporan kepada masing-masing Operator Desa tentang capaian dan kendala apa saja yang ditemui saat pelaksanaan pengadministrasian APBDesa. Laporan ini diminta agar segera dapat diselesaikan bersama sehingga kendala yang ditemui tidak mengganggu kegiatan pembangunan di tahap selanjutnya. Hal ini ditanggapi oleh salah satu Operator Desa dalam laporannya bahwa terdapat kendala-kendala yang ditemui dalam kegiatan Pengadministrasian APBDesa yang pertama ialah dikarenakan sulitnya memahami alur pengadministrasian APBDesa karena Operator Desa masih tahap belajar menggunakan Aplikasi Sistem Tatakelola Keuangan Desa yaitu SISKEUDES. Akan tetapi masing-masing Operator Desa optimis dapat menyelesaikan pelaporan sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Dalam hal ini juga masing- masing Operator Desa berharap semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan pembangunan desa lebih difungsikan lagi sesuai dengan tupoksinya agar pelaksanaan Kegiatan Pembangunan dan Kegiatan pengadministrasian APBDesa berjalan lancar dan sesuai dengan laporan penggunaanya. (Fai)

BPN Bondowoso targetkan 1.000 peserta PRONA di Desa Pelalangan

BPN Bondowoso targetkan 1.000 peserta PRONA di Desa Pelalangan

PELALANGAN 12/07. Proyek Operasi Nasional Agraria atau disebut PRONA adalah salah satu bentuk kegiatan legalisasi asset dan pada hakekatnya merupakan proses administrasi pertanahan yang meliputi; adjudikasi, pendaftaran tanah sampai dengan penerbitan sertipikat/tanda bukti hak atas tanah dan diselenggarakan secara massal. PRONA dimulai sejak tahun 1981 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 189 Tahun 1981 tentang Proyek Operasi Nasional Agraria. Berdasarkan keputusan tersebut, Penyelenggara PRONA bertugas memproses pensertipikatan tanah secara masal sebagai perwujudan daripada program Catur Tertib di Bidang Pertanahan.Ada beberapa kriteria yang menjadi dasar yang menjadi acuan untuk dilakasanakannya PRONA Tersebut adalah masyarakat golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah. Masyarakat golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah yang memenuhi persyaratan sebagai subyek/peserta PRONA yaitu pekerja dengan penghasilan tidak tetap antara lain petani, nelayan, pedagang, peternak, pengrajin, pelukis, buruh musiman dan lain-lain.

Ditinjau dari data induk statistik penduduk Desa Pelalangan diperoleh hasil rata-rata berpenghasilan tidak tetap masyarakat sehingga tergolong dalam kategori ekonomi lemah sampai menengah. Maka dari itu PRONA ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat dari data legalisasi aset yang dimiliki oleh masyarakat yang terhimpun dalam induk data desa masih belum sampai 20% bidang tanah yang bersertipikat. Sehingga Mufid selaku Kepala Desa Pelalangan berinisiatif mengajukan permohonan PRONA kepada BPN Bondowoso dengan beberapa pertimbangan yang sesuai dengan kriteria subyek Prona. Dari permohonan tersebut diterima oleh Pihak BPN dan selanjutnya disetujui dan ditargetkan dengan 1000 Peserta Prona dan harus terpenuhi sampai  Desember 2017.

Untuk menindak lanjuti proyek tersebut Pihak BPN berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pelalangan terkait dengan persiapan yang harus dipenuhi agar Proyek tersebut berjalan lancar dan memenuhi target yang telah disepakati. Dari hasil koordinasi ini, Pemerintah Desa Pelalangan bertekad untuk memenuhi target 1000 peserta dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Maka dari itu Kepala Desa Pelalangan menghimbau kepada seluruh Perangkat Desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat secara door to door agar PRONA ini dapat dimamfaatkan semaksimal mungkin, karena program ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan kembali di Desa Pelalangan. Untuk menindak lanjuti pelaksanaan PRONA ini Pihak BPN Bondowoso dan Pemerintah Desa Pelalangan akan mengadakan Penyuluhan di Kantor Desa yang tentunya akan melibatkan Pemerintahan Desa dan tokoh masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat yang ada di Desa Pelalangan agar mengetahui adanya program PRONA serta memahami fungsi dan mamfaat dari Legalisasi Aset ini secara mendalam agar dikemudian hari tidak terjadi persengketaan aset dikarenakan tidak adanya bukti legalisasi aset yang dimiliki oleh masyarakat. (FAI)

 

Pemerintah Desa Pelalangan Terima Peserta KKN Tematik Unej.

Pemerintah Desa Pelalangan Terima Peserta KKN Tematik Unej.

PELALANGAN 12/07. Universitas Jember menerjunkan 2.324 mahasiswanya untuk melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode II tahun akademik 2016/2017 di beberapa kota jawa timur dan luar jawa, diantaranya juga diterjunkan di beberapa desa di Kabupaten Bondowoso termasuk di Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari dengan menerima 10 Mahasiswa yang dikoordinatori oleh Widodo Eko Pambudi. dalam jangka waktu 45 hari perserta KKN tersebut mngawali tugas kerja dengan acara perkenalan kepada Pemerintah Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari di Pendopo Kantor Desa. Dalam acara tersebut Koordinator KKN menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Pelalangan karena ketersediaannya untuk menerima dan memeberikan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan peserta KKN selama bertugas hingga 24 Agustus 2017 di Desa Pelalangan.

Demikian juga dari pihak Pemerintah Desa Pelalangan melalui Sekretaris Desa Pelalangan Samsudin menyambut dengan tangan terbuka dan serta turut merasa bersyukur karena dengan hadirnya peserta KKN diharapkan dapat memeberikan kontribusi lebih untuk memajukan Desa Pelalangan dari segi Kepemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Karena dari beberapa peserta KKN yang hadir terdapat beberapa jurusan program pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan desa diantaranya terkait dengan Pengetahuan Hukum, Administrasi Pemerintahan Desa serta diharpakan dapat membantu menerapkan prioritas program kerja Kementrian Desa.

Selain hal itu juga dengan adanya sebuah sistem pengadministrasian desa berbasis web yang dicetuskan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso yaitu Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) yang bekerja sama dengan Universitas Jember, diharapkan Peserta KKN bisa memberikan pelatihan lanjutan kepada operator desa yang telah ditugaskan oleh Kepala Desa Pelalangan agar sistem tersebut bisa dikelola dan dimamfaatkan secara keselurahan oleh Pemerintah Desa dalam rangka mempermudah akses pelayanan terhadap masyarakat.

Sekretaris Desa juga menyampaikan permohonan maaf dan agar dimkalumi apabila fasilitas Desa Pelalangan kurang memadai sehingga mengganggu aktifitas Peserta KKN, dalam hal ini juga Sekretaris Desa meminta kepada Perangkat Desa untuk selalu membantu terhadap kebutuhan Mahasiswa Peserta KKN dan diharapkan untuk saling berkoordinasi agar setiap penyelenggaraan kegiatan yang dicanangkan dapat tercapai dan tepat sasaran sehingga dapat bermamfaat secara berkelanjutan untuk Pemerintah Desa dan masyarakat. (Fai)