MUSRENBANGDesa Tahun 2019

MUSRENBANGDesa Tahun 2019

Pelalangan (29/01/2017). Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDesa) sudah menjadi agenda tahunan bagi Pemerintah Desa Pelalangan, tentunya kegiatan ini sebagai wadah untuk melanjutkan kegiatan pembangunan desa pada tahun selanjutnya sesuai dengan Amanat Undang-Undang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014. Pada kegiatan rutin dihadiri oleh Unsur : BPD, RT/RW, LKM, LKMD, TP PKK, Karang Taruna, Tokoh Pemuda, serta Tokoh Masyarakat dan perwakilan-perwakilan dari tingkat RT/RW dan Dusun, Musyawarah ini juga dihadiri dari oleh Muspika Kecamatan Wonosari yaitu Bapak. M. Halili (Sekcam Wonosari) Suwito (Kasi PMD) Edi Tri Sutrisno (Perwakilan Kapolsek Wonosari)  dan Faisol Haq selaku Pendamping Desa. pada acara yang diselenggarakan di pendopo Kantor Desa Pelalangan pada hari Senin (29/01/2018) yang  dipimpin oleh Bapak Samsudin selaku Sekretaris Desa Pelalangan.

Rangkaian Acara ini diawali sambutan Kepala Desa Pelalangan. Beliau menyampaikan kepada seluruh peserta Musrenbang untuk lebih teliti dalam menyaring permasalahan yang paling dibutuhkan dan mendesak di lingkungan masing-masing yang akan   diusulkan pada Perencanaan Pembangunan di tahun 2017 agar kegiatan yang akan dilaksanakan betul-betul menyentuh dan mendorong terhadap kegiatan masyarakat. Pada sambutan selanjutnya yaitu dari Muspika sekaligus beliau ini sebagai Narasumber, tentunya beliau menyampaikan agar rencana pembangunan yang akan dilaksanakan tidak keluar dari peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan prioritas yang sudah ditetapkan. Rangkaian acara selanjutnya yaitu Laporan-laporan Relisasi Anggaran dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2017 yang disampaikan oleh Kaur. Perencanaan yaitu Faizol sekaligus penyampaian Rancangan RKPDesa pada tahun 2019 yang terdapat dalam RPJMDesa karena ini adalah tahapan sebagai acuan untuk perencanaan Pembangunan pada tahun anggaran selanjutnya. Setelah rangkaian acara ini maka melangkah pada penggalian gagasan atau usulan-usulan untuk penyusunan RKPDesa 2019, pada acara ini seluruh peserta benar-benar aktif untuk menyampaikan kritikan-kritikan dan usulan-usulan sehingga diperoleh beberapa rencana kegiatan-kegiatan pembangunan yang tercantum dalam notulen rapat.    

Penganugrahan Desa Award 2017 Kabupaten Bondowoso, Desa Pelalangan Raih Posisi Tiga

Penganugrahan Desa Award 2017 Kabupaten Bondowoso, Desa Pelalangan Raih Posisi Tiga

Pelalangan, 20/12/2017. Pemerintahan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur,  menggelar Malam Anugerah Desa Award Tahun 2017 untuk pertama kalinya dengan tema Desa Membangun Indonesia. Acara ini diselenggarakan dalam rangka untuk mengapresiasi kinerja

Pemerintah Desa di seluruh Kabupaten Bondowoso. Adapun kategori sebagai penilaian untuk pemberian anugerah kepada Desa meliputi Kategori Pemerintahan, Kategori Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), Kategori Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dan Kategori Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Penyerahan Anugerah Desa Award 2017 Kepada Kepala Desa Pelalangan oleh Bupati Bondowoso

Dalam hal ini Desa Pelalangan sendiri meraih penghargaan dalam kategori Pemerintahan, hal ini tentunya menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Pelalangan dapat melaksanakan berbagai kegiatan yang terkandung dalam Perundang-Undangan yang mengatur tentang Desa. Penghargaan ini tentunya sangat memberikan motivasi kepada Kepala Desa Pelalangan beserta Perangkat Desa, agar dalam pelaksanaan kegiatan baik dari segi pelayanan kepada masyarakat dan kegiatan pengadmnistrasian desa dapat lebih ditingkatkan lagi.

Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Pelalangan Bersama Camat Wonosari

 

Amin Said Husni selaku Bupati Bondowoso menyampaikan dalam sambutannya bahwa Undang-Undang Desa Nomor 6 tahun 2014, memang menjadi momentum yang memiliki dampak strategis dan berjangka panjang bagi pembangunan Desa di Indonesia.

Implementasi dari Undang-Undang itu, memacu motivasi dan semangat para kepala Desa untuk menggali potensi Desa yang ada dan mengembangkannya sehingga menjadi desa yang mandiri dan mampu mensejahterakan masyarakatnya. Pemberian hadiah kepada pemenang nominasi diberikan langsung oleh Bupati Bondowoso, Amin Said Husni. (Faizol)

 

Ikuti Ajang Lomba Desa tingkat Kabupaten, Panitia disambut dengan meriah.

Ikuti Ajang Lomba Desa tingkat Kabupaten, Panitia disambut dengan meriah.

 08/12/2017. Dalam rangka pelaksanaan Ajang lomba desa tingkat Kabupaten, Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari dipercaya oleh Camat Wonosari untuk ikut serta dalam perlombaan tersebut. tentunya ini adalah sebuah tanggung jawab besar untuk mempersiapkan diri agar bisa meraih prestasi dalam ajang perlombaan ini, ujar Kades Pelalangan. akan tetapi dalam perlombaan ini bukan hanya untuk bertujuan mencari kemenangan saja disamping itu even ini semoga menjadi sebuah motivasi bagi Perangkat Desa agar menjadi lebih baik, lanjut beliau dalam sambutannya.

Karena ini adalah momen penting bagi Desa Pelalangan maka tentunya ini akan dilaksanakan secara meriah untuk menyambut Tim Panitia . Perlombaan ini dilaksanakan Oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten yang kategori penilaian dalam lomba ini adalah meliputi Ketertiban Administrasi Pemerintah Desa, Keorganisasian/ Lembaga Desa seperti BPD, TP-PKK, dan BUMDesa.

Ubah Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair Yang Bermanfaat

Ubah Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair Yang Bermanfaat

Pelalangan 30/7. Salah satu program kerja Pilar Lingkungan Hidup mahasiswa KKN UMD 20 Desa Pelalangan adalah mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat. Program kerja ini tersusun berdasarkan hasil observasi desa yang dilaksanakan oleh tim pada minggu pertama penerjunan KKN yaitu diketahui keluhan warga Desa Pelalangan tentang banyaknya kotoran sapi yang tercecer di pinggir jalan ataupun di simpan hingga menumpuk yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat, tercium bau tidak sedap dan munculnya penyakit kulit yang dialami oleh beberapa warga sehingga Mahasiswa KKN mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Organik Berbahan Dasar Kotoran Sapi.

Dalam kegiatan tersebut KKN Kelompok UMD 20 mengundang 16 ketua kelompok tani, ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), ketua RT dan RW dan perangkat desa pada hari Minggu, 30 Juli 2017 di Balai Desa Pelalangan sekitar pukul 15.00 sampai 16.00 WIB dengan diawali dengan Sosialisasi Manfaat dan Cara Pembuatan Pupuk Cair Organik (POC), kemudian ditutup dengan Praktik Pembuatan POC sehingga warga dapat memahami benar cara pembuatan pupuk cair organik berbahan dasar kotoran sapi ini. Pemateri utama pada acara ini adalah Alifatul Laela salah satu Mahasiswa KKN UMD 20 dari Fakultas Pertanian Universitas Jember. “Saya berharap setelah diadakannya sosialisasi ini masyarakat desa pelalangan mampu secara mandiri mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, sehingga istilahnya bertanggung jawab atas perbuatannya yang membuang kotoran sapi sembarangan kemudian diubah menjadi pupuk yang bermanfaat sehingga tidak ada lagi permasalahan yang disebabkan oleh limbah ini. Selain itu juga diharapkan mengurangi pemakaian pupuk kimia karena kalau bergantung pada penggunaan pupuk kimia maka imbasnya adalah hama semakin kebal dan juga berdampak kurang bagus terhadap tanaman. Syukur-syukur limbah ini bisa dijadikan sumber perekonomian baru bagi masyarakat desa pelalangan.” Ujar Alif, panggilan akrab Alifatul Laela. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)

Adakan Sosialisasi PPID, Mahasiswa KKN Undang Kepala Desa Se-Kecamatan Wonosari

Adakan Sosialisasi PPID, Mahasiswa KKN Undang Kepala Desa Se-Kecamatan Wonosari

Wonosari 26/7. Mahasiswa kuliah kerja nyata se-Kecamatan Wonosari yang tergabung dalam panitia kecil yang diketuai oleh Sapere Aude Menulung mengadakan sosialisasi pembentukan Pusat Pelayanan Informasi desa atau yang disingkat PPID. Acara tersebut berlangsung pada hari Rabu, 26 Juli 2017 di kantor Kecamatan Wonosari dan dihadiri oleh 12 kepala desa se-Kcamatan Wonosari atau yang mewakilinya serta Bapak Camat Wonosari, Tjagar Alam, S.sos yang juga turut hadir dalam acara tersebut. “Nah makannya sekarang kita membangun kesamaan visi dan persepsi kita tentang bagaimana mempersiapkan sistem pusat pelayanan informasi desa yang akan diwakili desa-desa” dalam sambutan yang diberikan oleh Bapak Tjagar Alam yang sekaligus membuka acara pada pagi hari itu.

Acara berlangsung mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini dipaparkan oleh Sapere Aude Menulung, mahasiswa KKN di desa pelalangan sebagai pemateri sosialisasi sekaligus menjadi ketua panitia dalam acara ini. Para tamu undangan yang terdiri dari 12 kepala desa juga didamping oleh mahasiswa KKN koordinator desa (Kordes) duduk bersama dalam forum ini sehingga suasana semakin hangat dan diharapkan bisa kooperatif dan bersinergi bersama-sama dalam mewujudkan program unggulan KKN UMD periode ini yaitu SAID (sistem administrasi dan informasi desa) yang muaranya adalah pembentukan PPID ini.

Setelah acara selesai, Sapere menutup Sosialisasi PPID dengan mengatakan bahwa “PPID ini nantinya akan menjadi organ dalam desa yang bertugas untuk menjembatani antara warga desa – Pemerintah Desa – Dunia. Pembentukan PPID ini menurut saya sangat inovatif, karena dengan adanya PPID dan SAID, maka akurasi data yang diterima Pemkab Bondowoso baik itu kependudukan, anggaran, ataupun informasi-informasi dalam desa meningkat. Dengan adanya PPID ini harapan kedepannya adalah sinkronisasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Pemerintah Desa dapat terjalin secara transparan dan akuntabel, sehingga desa dapat mandiri baik dalam hal manajemen desa ataupun publikasi potensi dan permasalahan desa.” Kemudian dari forum sosialisasi pembentukan PPID ini Camat Wonosari menghimbau kepada semua perwakilan desa yang hadir untuk segera melaksanakan musyawarah desa untuk membentuk PPID yang kemudian sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini maka akan diadakan pelatihan pengelolaan website bagi petugas PPID tiap desa, dan pelatihan Jurnalisme bagi warga secara serentak di semua desa se-Kecamatan Wonosari. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)

Unej memberikan pelatihan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) ke 72 Desa Kab. Bondowoso

Unej memberikan pelatihan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) ke 72 Desa Kab. Bondowoso

JEMBER – Universitas Jember melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) memberikan pelatihan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) bagi 71 desa di Bondowoso.

Pelatihan ini diikuti langsung oleh para kepala desa, dan calon operator SAID yang juga bakal bertugas mengelola infomasi dan dokumentasi di desanya masing-masing, Jumat (7/7/2017).

Menurut Hermanto Rahman, Direktur Program UMD Universitas Jember, pelatihan tahap pertama ini diisi dengan memberikan ketrampilan membuat, mengelola dan mengisi website desa. Yang dilanjutkan dengan pembuatan SAID dengan didampingi oleh mahasiswa yang bakal melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bondowoso.

Menurut Anwar, Asisten I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, pelatihan bagi 71 desa ini adalah dampak dari keberhasilan pelaksanaan SAID di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Wringin dan Cermee.

“Kami sudah membina SAID di sepuluh desa melalui Program UMD 2016-2017 yang dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa peserta KKN. Alhamdulillah berhasil, dan kini pemkab Bondowoso ingin mereplikasikan di desa yang lain, harapannya seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan SAID,” jelas Anwar.

Keberhasilan ini antara lain tampak dengan mulai munculnya inisiatif desa untuk menggarap potensinya masing-masing. Misalnya Desa Glingseran di kecamatan Wringin yang kini terkenal sebagai desa wisata dengan unggulannya berupa mata air Dewi Rengganis.

Hermanto Rahman menjelaskan, pelatihan hari ini menargetkan setiap desa bakal memiliki website sebagai wahana desa untuk menyebarluaskan kiprahnya, termasuk potensi dan tantangannya. Serta SAID yang berisi data kependudukan dan data desa lainnya.

“Dengan adanya data kependudukan yang selalu up to date, maka pelayanan desa lebih cepat dan efisien. Misalnya berapa jumlah ibu hamil, berapa anak usia balita atau siapa saja penerima Raskin. Jika tahap pertama berhasil, dapat dilanjutkan dengan menggali dan memasarkan potensi desa masing-masing,” kata dosen FISIP ini.

Komitmen Universitas Jember membantu Bondowoso juga ditunjukkan dengan mengerahkan 1000-an mahasiswa guna melaksanakan program KKN di Bondowoso. Separuh dari jumlah tersebut bakal menjalankan KKN Tematik UMD yang bakal mendampingi tiap desa dalam mengembangkan SAID.
Keberhasilan Universitas Jember melaksanakan program UMD di Bondowoso mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Rencananya Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa dan PDTT, bakal menjadi pemateri utama dalam sarasehan terkait desa mandiri, sekaligus melepas para mahasiswa peserta KKN pada tanggal 10 dan 11 Juli nanti. Akan turut hadir pula perwakilan pemerintah Australia melalui KOMPAK sebagai penyandang dana,” tambah Anwar.
Sehari sebelumnya, Amin Said Husni, Bupati Bondowoso menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara kota yang dipimpinnya dengan Kampus Tegalboto. Dukungan ini disampaikan saat menerima Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember di pendopo Kabupaten Bondowoso (6/7).

Dalam kesempatan ini Amin Said Husni berjanji memberikan dukungan penuh antara lain dengan mengalokasikan dana dari APBD untuk pengembangan SAID. Dukungan juga ditunjukkan kepada program-program lain yang dikembangkan dengan Kampus Tegalboto, antara lain pengembangan kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso.

“Untuk pengembangan Kampus 2 Universitas Jember, kami sudah menyediakan lahan untuk perluasan kampus. Kami merencanakan dalam RT/RW Bondowoso nanti, lokasi disekitar Kampus 2 Universitas Jember bakal ditetapkan sebagai areal pendidikan,” tutur Said Amin Husni.

Menanggapi keseriusan Bupati Bondowoso dan jajarannya, Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember berjanji bakal mengerahkan segenap potensi yang ada di Kampus Tegalboto untuk membantu Bondowoso.

“Kami melihat Bupati dan jajarannya memiliki komitmen tinggi terhadap kerjasama yang sudah dijalin. Oleh karena itu kami tidak ragu bekerjasama dengan Pemkab Bondowoso. Semoga dapat makin berkembang dan diikuti oleh daerah lain,” sambut Moch. Hasan.
Salah satu program yang akan dikembangkan Universitas Jember bersama Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat antara lain penyelenggaraan Jember International Coffee Conference (JICC) yang akan diadakan bulan November nanti.

Sumber : www.kabarjatim.com