JEMBER – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dipastikan hadir dalam acara Sarasehan di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej) hari ini (10/7). Menteri Desa Eko Putro pemateri utama dalam sarasehan dengan tema Membangun Sinergitas Perguruan Tinggi dalam Mendukung Kemandirian Desa tersebut. Menteri Desa Eko Putro juga akan meresmikan program Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) Bondowoso yang dikembangkan Universitas Jember.

Pagi pukul 09.00 Menteri Desa Eko Putro dijadwalkan mengisi Sarasehan Desa. Launching SAID dan pemberian penghargaan desa juara di Jember sebelum arahan Menteri Desa pada Sarasehan Desa di Unej. Satu hari berikutnya, 11 Juli 2017 aman melepas 2.200 mahasiswa KKN Unej gelombang II Periode 2017/2018. Kabag Humas dan Protokol Unej Drs Agung Purwanto MSi menyatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo telah dikonfirmasi kehadirannya di Jember. “Sampai konformasi kami terkahir, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo hadir di Jember,” kata Agung Purwanto. Unej telah mengembangkan program SAID sebagai cyber village di Bondowoso. “Ini bagian dari membangun negeri,” imbuh Dosen Fisip Unej tersebut. Unej melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mewujudkan SAID. Jika sebelumnya hanya ada 10 desa yang sudah menerapkan SAID, rencananya jumlah ini bakal bertambah. Sehingga Unej telah meng-upload data SAID untuk 219 desa atau seluruh desa di Bondowoso namun yg siap beroperasi 82 desa. 137 desa lainnya menunggu tersedianya jaringan internet. Jadi ini masalah non teknis yg datang dari pihak operator penyedia jasaSelain dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, pemateri dalam sarasehan yang bakal hadir adalah perwakilan Pemerintah Provinsi.