PELALANGAN 13/07. Mahasiswa KKN Tematik kelompok 20 UNEJ mengundang Kepala Desa Pelalangan beserta perangkat desanya untuk hadir di balai Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso dalam rangka melakukan musyawarah terkait program kerja KKN sebagai solusi dari permasalahan desa pelalangan yang ada. Pada hari Kamis, 13 Juli 2017 pukul 10.00 WIB saat perangkat desa berkumpul di pendopo balai desa setelah Pertemuan PKK dan sosialisasi penggunaan LPG dari Dinas Koperasi Jember selesai, mahasiswa KKN Tematik kelompok 20 yang di ketuai oleh Widodo Eko Pambudi ini langsung membentuk lingkaran dan duduk bersama dengan perangkat desa yang pada saat itu dipimpin oleh sekretaris desa, bapak Samsudin untuk melakukan musyawarah desa karena Kepala Desa harus menghadiri rapat di Kecamatan.

Musyawarah yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dengan perangkat desa mengenai potensi desa dan masalah yang dihadapi oleh desa saat ini serta beberapa solusi yang di ajukan atau disarankan oleh temen-temen KKN kepada perangkat desa sesuai dengan hasil survey yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di hari sebelumnya. Penerjunan dari Universitas Jember Ke masing-masing desa dilaksanakan pada hari selasa tanggal 11 Juli 2017.  Musyawarah desa dilaksanakan pada hari ketiga penerjunan setelah melaksanakan survey atau observasi ke masing-masing dusun dan koordinasi dengan bapak kepala desa (12/07).

“Sebelum kami musyawarah dengan pihak desa, kami telah melaksanakan survey ke 4 dusun yang ada di desa pelalangan yaitu dusun pelalangan utara, dusun pelalangan selatan, dusun kerajan, dan dusun kauman. Kami bersepuluh bekerja bersama-sama menjadi 4 tim untuk melakukan observasy ke masing-masing dusun untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang ada kemudian setelah itu kami melakukan rapat untuk membahas hasil observasi, menentukan potensi desa, dan mencari solusi permasalahan yang ditemukan sebelum di musyawarahkan dengan pihak desa ” Ujar widodo selaku koordinator kelompok 20. Musyawarah desa berlangsung tanpa kendala dengan diiringi oleh canda tawa sehingga suasana semakin hangat. (M. Zainul Helmi KKN Unej UMD20)